Selasa, 12 Juli 2011

di balik bayang-bayang 'Source Code',,

Seberapa penting kah ikatan itu bagimu?”

Hmmh…pagi yang cerah, hari itu aku berniat mengajaknya keluar untuk merayakan kelulusanya. Tentu saja tak semudah yang kau bayangkan, aku bahkan harus menunggu saat-saat seperti ini sesabar mungkin. Aku harus menyelasaikan sebuah pekerjaan sulit dulu selama berhari-hari agar punya alasan untuk bertemu dengannya. Tapi its ok, sesulit apapun pekerjaan itu, toh aku punya alas an yang kuat untuk menyelesaikannya cepat-cepat, dan alhasil…yeah! Berhasil!.

Jika ditanya, kenapa aku belum juga menyerah pada orang yang jelas-jelas berkali-kali telah menolak ku, aku akan menjawab..”Belum saatnya. Toh janur kuning belum melambai-lambai”

“nenk jadi gak? Jam berapa? Aa masih dikampus…” sebuah sms darinya memastikan dia benar-benar bersedia meluangkan waktunya untuk hari ini,
“jadi…jam 1 aja, nanti jemput di stasiun ya!”
“ok!”

Sebenarnya, sampai sekarang pun aku masih berharap, semoga aja dia tidak membaca tulisan ini.

13. 05,
Dia telah bertengger di depan stasiun dengan seragam kemejanya yang hitam dan sepeda motornya yang berwarna biru. Helemnya nampak sempit membugkus kepalanya yang bulat dan chubi. Hmh…beberapa minggu tak bertemu, aku rindu sekali padanya. Kalo diliat-liat, dia semakin lucu saja.. bera badanya mungkin bertambah 5-7 kg! good, aku suka, :D

“udah lama?” tanyanya sembari memberikan helm berwarna hitam kepadaku,
“lumayan lah..” jawabku singkat, dalam hati aku bertanya, apa dia melihat senyum sumeringahku sejak tadi? Rasanya bibir ini tak ingin berhenti tersenyum sejak tadi, dan puncaknya adalah hari ini, saat kau memboncengku, aku tak peduli lagi mau kemana tujuan kita hari ini!

“Ke kosan aa aja dulu ya, aa mu ganti baju…”
“hmh…terserah, “ tanganku mulai tenggelam melingkar diperutnya yang empuk,..benar-benar dech, orang ini mempunyai sense of comfort yang kuat dibalik sepeda motornya yang usang #jarang dicuci sich :D

Seberapa penting ikatan itu bagimu?

Dulu aku adalah orang yang tidak percaya pada ikatan apapun. Aku ingin bebas melakukan apapun yang aku mau tanpa adanya belenggu. Tapi kenyataannya, manusia tidak bisa hidup tanpa aturan, justru karena ada aturan lah, kita dapat hidup dengan bebas. Ketika perasaan ini mulai menelisik, aku sadar betapa egoisnya orang itu hingga ingin memiliki sesuatu yang hidup. ‘Cinta’ bukanlah sebuah belenggu, ‘Cinta’ yang aku percayai dulu adalah memberi kebahagiaan kepada orang yang kita kehendaki. Dan sekarang aku tahu, aku salah….

Kata-katanya dipinggiran run way itu, seolah menjelaskan sesuatu, suatu batas yang blum bisa aku pijaki,

aa gak mau neng, punya ikatan tapi tak punya perasaan..itu akan lebih menyakitkan daripada keadaan kita sekarang,” lanjutnya setelah menanyakan pertanyaan yang menyulitkanku itu, “aa gak memungkiri, aa merasa nyaman berada deket neng, aa bahkan merasa betah tinggal disini semenjak aa kenal nenk, deket neng…aa merasa ringan dan gak stress…”

“neng gak ngarepin apa-apa dari a..” bohong…..”neng Cuma pengen a sadar, ada orang yang lebih sayang sama a daripada dia.”

Maka jawabanku adalah penting. Ikatan itu, menjelaskan bahwa aku sudah bisa menapaki dan masuk kedalam area yang dia batasi sekarang!

13. 25,
Dia membawaku ke asramanya. Sebuah asrama khusus cowok, yang didalamnya tengah berkumpul sekumpulan mahasiswa penerbangan! OMG…

“waduh, bawa siapa tuh? Pacaran mulu kau yud, mau dikasih makan apa dia, sekolah aja blum tamat!” ledek salah seorang temannya diiringi gelak tawa terbahak-bahak beberapa cowok disana,

“terserah lah, gw mau mandi dulu!” jawabnya sambil tertawa dan menyabet handuk kecil dari kamarnya.

“ada cewek aja kau mandi lagi yud, padahal tadi udah, hahaha” ledek mereka lanjut, tanpa peduli dia pun berlalu menuju kamar mandi..

JENG JENG!! Semua mata kini tertuju kepadaku, mata pengamat para calon pilot itu begitu tajam, aku tak dapat berkutik dibuatnya, aku tau mereka membicarakanku dengan bisikan yang bahkan terdngar sampai tempat dimana aku tengah duduk! “uh..benar-benar dech” (_ _ “)a


13.45,
Gelak tawa diasrama pun berakhir, aku keluar dengan senang hati. Pasalnya, tak satupun ucapan teman-temannya itu yang dia bantah. Soal ledekan aku pacar barunya, atau yang lainnya. Dia hanya tersenyum membawaku kehadapan teman-temannya. Apa menurutmu, aku terlalu senang dengan hal-hal abstrak seperti ini?? :D

“jadi nonton?”
“jadi dunk..” jawabku semangat,
“yang deket aja yak!”
“ok!”

Kami pergi menyusuri komplek menuju mall terdekat. Aku memang sudah janji akan mentraktirnya nonton karena kelulusannya, sepanjang jalan kami tak banyak bicara, aku hanya mengucapkan “selamat ya, sekarang udah lulus…”

“iya, makasih neng.. mau nonton apa?” dia mulai melihat-lihat jadwal pemutaran film di XX1,

“hmhh..apa aja dech,” sebenarnya aku tidak peduli film apa yang hendak kami tonton. Semenjak dulu aku hanya berharap, punya waktu berduaan lebih lama dengannya!

“Source code aja? Kayaknya seru!”

“baiklah…” aku membeli dua buah tiket untuk film Source Code, aku kurang begitu suka film seperti ini, tapi semua persfektif itu berubah karena ada dia..aku senang melakukan apapun bersamanya, itu intinya! Ahh…

AC disana begitu menusuk, dinginnya menembus switer kuning yang aku kenakan waktu itu. Tapi berada didekatnya terasa sangat hangat, seperti tak perduli apapun yang terjadi disekitarmu, bersamanya kau akan senantiasa aman. Kami memasuki bioskop itu dan duduk bersebelahan, sepanjang film dia menanyakan beberapa hal yang menunjukan kekagumannya terhadapa orang yang telah membuat film ini. Aku juga sama, aku sangat berterima kasih kepada film ini, karena pembuatnya lah, dia tertarik untuk menontonnya bersamaku! :D

Adegan demi adegan dia diskusikan, aku setia mendengarnya walaupun aku sendiri tak begitu mengerti isi ceritanya. Aku mulai memeluk tubuhku sendiri karena dinginnya ruangan itu. Ntah dia sadari atau tidak, sepanjang film diputar, yang ada dipikiranku adalah dia. Orang disampingku ini membayang-bayangi isi pikiranku terus, sampai-sampai aku pun tak bisa memahami teka-teki apa yang film ini suguhkan sehinga penontonnya merasa penasaran! Dia pun begitu, tapi bagiku, wajahnya lebih membuatku tertarik daripada film dihadapanku….


-To be Continued-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar