Selasa, 12 Juli 2011

Di pinggiran Run Way Husein Sastranegara...


Whuss…angin sore terasa begitu kencang kala itu, hembusannya menerbangkan penat sejenak. Meniupkan kesejukan dan oksigen baru ditengah radikal bebas yang ku hirup seharian. Mungkin karena ini adalah pinggiran run way. Salah satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi saat apapun. Ntah kenapa, sejak dulu aku suka sesuatu yang berbau pesawat, bandara, pilot, dan sgala sesuatu yang berkaitan dengannya. Rumput hijau di pinggiran run way pun terasa lebih hijau dari rumput-rumput lainnya…he

“ini dibacanya bukan ‘laif’, tapi ‘liv’, artinya tinggal…perasaan daritadi gak bener-bener nich aa?” gerutu ku sembari memukulkan pensil ke lengannya,

“iya, iya livvvvv kaaaannnnn????” wajahnya mendekatiku sembari memonyongkan bibirnya yang tebal,

“uh, dasar beruank! Serius donk a…kapan bisanya? Interview kan tinggal bentar lagi?!”

“ya maklum lah neng,..namanya juga lidah sunda!” raut mukanya Nampak lelah setelah belajar menghafal prcakapan seharian, tangannya mengusap-usap kepalanya yang pelontos gara-gara baru saja dicukur,

Selain pesona run way yang menarik perhatianku, orang ini juga,baru ku sadari telah menarik lebih banyak perhatian ku. “lidah orang jawa juga sama medoknya, tapi yang jago mah jago aja kali a…jangan ngeless mulu, belajar tuh!”jawabku sembari tersenyum menyindir,,

“iyaa….ibuu beruaaannkkk!!! Bawel!” matanya kembali teralihkan ke arah buku catatannya yang lecek,

Langit sore itu agak mendung, tapi hujan juga tidak menampakan dirinya. Aku mulai duduk memeluk lutut, sesekali aku memerhatikannya mengoceh dengan serius, lucu..hehe “Dasar”,

Jika dipikir-pikir, sudah berapa kali anak ini membuatku kesal? Tak terhitung. tapi disamping itu, mungkin aku lebih menghitung berapa kali pria ini telah membuatku jatuh cinta! Hhhh…cinta memang rumit, sampai sekarang aku blum tau kelanjutan cerita ini akan seperti apa, sampai blog ini penuh pun, aku blum yakin :Ds

Tapi aku tau, bahkan sejak pertama kali aku mengenalnya- dua tahun lalu-, dia pasti –sedikitnya paling tidak- akan merasakan hal yang sama! Aku yakin itu!^^

“aa,….” Panggilku lembut seraya trus memandangi langit yang berwarna abu-abu,
“hmmmh…apa neng?”jawabnya tanpa menoleh sedikitpun,
“dia itu gimana orangnya?” ku fokuskan mataku agak sayu kepadanya, dia pun mulai menoleh kea rah wajahku dengan mata yang sedikit ditekuk,
“Siapa?”
“itu lho…teman satu kampus aa, yang sekarang lagi nyoba deketin aku,”
“ohh, baik, tapi dia agak pemilih!” jawabnya tanpa panjang lebar,
“pemilih gimana maksudnya? “ aku semakin penasaran dengan jawabannya,
“yeah..kalo enak ya diterusin, kalo gak ya the End!” dia terlihat semakin tidak peduli dengan sifat temannya itu,
“oh”
“kok oh?”
“gak kok….kali-kali aja dia bisa jadi teman yang baik buat gantiin aa!” jawabnya jelas sambil menatap matanya yang sejak tadi menekuk! Yah..maksudku sich sebenernya cuma buat manas-manasin dia. Aku hanya ingin tau sejauh mana dia berekspresi didepan aku,

“enak aja! Sampai kapanpun, aa tuh gak akan tergantikan bolonenk!” ejeknya sembari memukul kepalaku ringan,

“Egois,..aku capek bertepuk sebelah tangan terus a, nenk tau suatu hari nanti aa pasti ninggalin nenk disini, aa kan bukan orang sini, tapi jauh ditaman safari sana, kayaknya udah gak ada harapan lagi ya?^^, jadi ini saatnya, nenk ngelupain perasaan nenk sama a..” otak ini semakin jahil mengotak-atik kata dengan tujuan memancing perasaannya, haha :D

“Terserah! Gimana baiknya aja…” wajahnya semakin muram, tak ku sagka ekspresinya akan seperti ini, apa mungkin dia punya perasaan yang sama terhadapku? Atau jangan-jangan dia hanya tidak ingin sikapku padanya selama iniberubah begitu saja hanya karena status kami berdua sudah menjadi milik orang lain, tentu saja, karena kami lawan jenis, mungkin tidak akan sedekat ini lagi…beruank memang agak katro!

“aa, jangan sedih ya kalau suatu hari nanti nenk jadi milik orang lain.” Mulaiku lagi, dan lagi..hehe

“iya!!! Ta-tapi kenapa harus ngelupain aa sich nenk??”

“gimana rasanya mencintainya tanpa diperdulikan? Sakit, kecewa…kata-kata itu nenk denger tiap kali aa cerita tentang dia, sebenernya saat itu perasaan kita sama, sama-sama sakit…emang gak keliatan sich, cuman terasa disini…”aku menepuk dadanya lembut, menunjukan dan memperjelas letak hati manusia yang sensitive. Dia tidak tau, sebenarnya arti kata-kata diatas adalah,.jangan biarkan aku menjadi milik orang lain, jangan lepaskan aku untuk dia, karena aku juga tak akan pernah melepaskanmu! Sekeras apapun aku mencoba, kau tidak pernah tergantikan oleh siapapun!.

“hmhh..aa tau, aa emang bodoh..”wajahnya semakin berkabut, sepertinya awan mendung telah berpindah dari tempatnya ke depan ku, tapi aku hanya tersenyum melihat ekspresinya.

“aa tau, kenapa nenk jatuh cinta sama aa?”

“Kenapa?”

“Karena aa kea pesawat,“ membuatku senantiasa terbang bebas, melayang diatas ketinggian angan-angan tentang cinta, “deket aa neng merasa bebas,” tak perduli seberapa buruk penampilanku, dan seberapa kasar gaya bicaraku, “mungkin benar kata pepatah, cinta adalah ketika kita menghargai kebebasan orang lain, “ Cinta adalah melepas jati diri, ya..karena cintalah “ nenk bebas pakai apapun tanpa harus takut terlihat buruk dan jelek, bebas marah-marah tanpa takut a kecewa, bebas meledek tanpa takut a marah, bahkan…nenk bebas menyatakan cinta tanpa harus takut ditolak,” jawabku tenang,

Nampaknya pipiku sudah mulai memerah sejak dia memperhatikan setiap ucapanku tanpa berkedip, aku tidak tau apa yang kali ini dia pikirkan, hanya saja dia melontarkan satu hal yang membuatku sedikit banyak berhenti untuk sekedar merenung,
“seberapa penting kah sebuah ikatan itu bagimu?”

-To be continued-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar