Kamis, 14 Juli 2011

Yang senantiasa berdering...

“Disaat aku mengharapkan dia, kau yang selalu ada…” 

Itu mungkin ungkapan yang cocok untuknya. Sahabat..? ah bukan! Lebih tepatnya orang yang memahamiku. Pernahkah kau berpikir sejauh mana kau memahami dirimu sendiri? Atau adakah orang yang benar-benar memahamimu walaupun Cuma satu?

 Dia memahamiku, bahkan sebelum aku menyadari perasaanku sendiri.

Setiap hari kami membicarakan banyak hal, tanpa terkecuali selama itu,,dia membuatku melupakan sejenak masalah-masalah yang terjadi. Dia pendengar sejati. Jika aku ini setangkai bunga yang diserang lebah, dia adalah tangkai yang menguatkanku. Jika aku ini adalah seekor kelinci, dia adalah tuan yang menyayangiku,,

small house
Dia seperti rumah bagiku.

Rumah tempat aku pulang saat ingin sekali menangis, saat ditinggalkan begitu saja, saat tak dapat melakukan sesuatu dengan benar, saat ingin sekali merasa disayangi, saat mendapat kebahagiaan, saat aku merasa kesepian, bahkan saat aku merasa tak ada lagi orang yang mempercayaiku,

tanpa aku minta, dia senantiasa berdering mendahuluiku. dan kata pertama yang ku dengar darinya setiap hari  adalah…

“Hallo…pakabar? Rindu kah kau padaku?”

Hmmh..hehe, Seperti magic, sekalut dan semurung apapun aku,  ketika mendengar suaranya, hatiku langsung merasa tentram..

Aku tak tahu, jika suatu hari nanti dia pergi meninggalkanku karena sikapku yang egois dan tak pernah mengingatnya. Meskipun begitu, dia datang tanpa aku minta. Dia selalu tahu kapan aku membutuhkannya. Tanpa aku ingat pun, dia senantiasa mengingatkanku…

Aku tahu, aku tak bisa selalu bergantung padanya. Tapi jika aku boleh berharap. Aku akan berharap dia hanya untukku.  



Thanks for  ur present in unnecessarily moment….” :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar